Polisi Sampai Masuk Lapangan, Sanksi Berat Komdis Sudah Menanti untuk Kedua Tim
Kericuhan terjadi selepas laga yang mempertemukan PSM Makassar dan Borneo FC dalam lanjutan Gojek Liga 1 pekan kesembilan (19/5) di Stadion Mattoangin, Makassar.
Pelatih tim Juku Eja, Robert Rene Albert, turut mengomentari insiden yang diawali dengan protes berlebihan dari para pemain Borneo FC terkait dengan free kick yang diberikan di injury time.
Protes yang dilancangkan Titus Bonai dkk kian menjadi-jadi setelah tendangan bebas yang diambil Guy Junior berhasil dikonversi menjadi gol. Kekecewaan tak bisa ditepikan oleh pemain tim tamu begitu peluit akhir dibunyikan.
"Saya kira terlalu berlebihan, tadi saya sempat berbicara dengan pemain Borneo FC dan memang mereka sendiri mengaku free kick itu pantas diberikan kepada kami. Kami mencetak gol indah, dan saya bangga dan senang." ujar Robert Albert
Kendati demikian, pelatih asal Belanda menilai kepemimpinan wasit Hendri Siswanto dalam mengawal laga sengit itu amat baik sebagaimana mestinya.
Dengan hasil maksimal yang diraih Marc Klok cs, membuat mereka merangsek ke papan atas menempel Persipura di posisi pertama sementara Borneo kian nyaman berada tepat satu strip diatas zona degradasi.
Selain itu, kericuhan tersebut juga kemungkinan besar akan ditindak lanjuti operator liga dimana dalam hal ini yakni Komisi Displin. Meskipun laga sudah selesai, protes keras pemain Pesut Etam membuat sang pengadil harus dievakuasi oleh sejumlah polisi hingga pinggir lapangan.



Komentar
Posting Komentar